Produk yang diluncurkan untuk memberikan kemudahan masyarakat soal informasi adalah Mudik Online Aman dan Nyaman (MOAN) dan dapat diunduh melalui Play Store di Android dan App Store di IOS, baca selengkapnya di:
m.liputan6.com/news/read/2595041/polri-luncurkan-aplikasi-ini-untuk-mudahkan-pemudikSelasa, 06 September 2016
Selasa, 23 Agustus 2016
DELIVERY TNKB, "Kami antar plat sampai kerumah anda"
"Kami antar plat sampai kerumah anda" Begitulah kata Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol Chiko Ardwiatto Sik, Mhum menjawab keresahan masyarakat serta pembereritaan media beberapa waktu lalu terkait kekosongan materiil TNKB (plat)
Mengacu pada data Subdit Regident Ditlantas Polda Jambi, kekurangan plat kendaraan bermotor untuk wilayah Jambi hingga saat ini sebanyak 80.856 untuk sepeda motor dan 10.553 untuk Roda 4/lebih
Menurut Dirlantas Polda Jambi melalui Kasubdit Regident, AKBP AGUNG SETYO WAHYUDI SH, Sik, bahwa kondisi materiil TNKB saat ini memang ada kekurangan, kondisi ini juga terjadi di seluruh wilayah indonesia dan sudah menjadi isu nasional.
Terkait kekosongan materiil TNKB tersebut, AKBP Agung menghimbau masyarakat yang belum mendapatkan materiil TNKB untuk tidak perlu takut menggunakan kendaraannya, karena seluruh personel kita dilapangan termasuk Jajaran Polres sudah kita berikan petunjuk dan arahan untuk tidak melakukan penindakan terhadap pelanggaran terkait TNKB yang dapat menunjukkan STNK dan surat pengganti TNKB sementara kecuali melakukan pelanggaran lain selain tidak adanya TNKB, tetap dapat di tindak
Untuk menjawab keresahan masyarakat terkait belum diberikannnya materiil TNKB, Direktorat Lalu Lintas Polda Jambi melakukan suatu terobosan "Delivery TNKB" yaitu serangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Ditlantas Polda Jambi dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya yang sudah membayar PNBP TNKB namun belum mendapatkan materiil TNKB, mulai dari pendataan identitas pemohon (alamat dan nomor telepon), pendataan identitas kendaraan bermotor, pendataan Dealer bagi kendaraan baru dan mengantarkan plat tersebut sampai ke alamat pemohon
Inovasi Delivery TNKB ini juga merupakan penjabaran Program 100 hari Promoter Kapolri (profesional, modern dan terpercaya) "Peningkatan pelayanan publik yang mudah bagi masyarakat, lebih cepat, bebas calo dan berbasis TI" yang harus diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang dilakaksanakan oleh Ditlantas Polda Jambi
Untuk di ketahui bahwa stock materiil TNKB saat ini tidak ada, tetapi ada sekitar 8.000 plat yang sudah kita cetak pada tahun 2014, sampai saat ini belum diambil oleh masyarakat. ”plat ini yang kita gunakan, kita olah lagi dan kita berikan kepada masyarakat. Bagi masyarakat yang merasa belum mengambil plat pada tahun 2014 dan sudah membayar PNBP TNKB tetap kita berikan, dengan syarat membawa STNK Asli dan Surat pengganti TNKB sementara, tanpa di Pungut Biaya lagi” kata AKBP Agung
Kasubdit Regident menekankan kepada seluruh anggotanya untuk tidak coba coba mengambil biaya tambahan dari masyarakat, apabila ditemukan akan ditindak tegas "tidak ada biaya tambahan bagi masyarakat yang platnya diantar sampai kerumah, ini adalah bentuk tanggung jawab Polri memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat" ungkap AKBP agung.
"kita berharap dengan adanya inovasi ini dapat menambah kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh Polri" ungkap AKBP Agung.
(fdl)
Kamis, 18 Agustus 2016
Benarkah polisi berhak menilang STNK apabila pajak mati?
Adapun dasar polantas dapat melakukan penindakan terhadap
STNK yang tidak melakukan pengesahan tahunanan (pajak mati) adalah sebagai
berikut:
1.
pasal
1 uu no. 22 tahun 2009 tentang LLAJ “STNK adalah dokumen yang berfungsi sebagai
bukti legitimasi pengoperasian Ranmor yang berbentuk surat atau bentuk lain
yang diterbitkan Polri yang berisi identitas pemilik, identitas Ranmor dan masa
berlaku termasuk PENGESAHANNYA”
2.
Pasal
70 ayat 2 UU 22 thn 2009 ttg LLAJ “STNK berlaku selama 5 (lima) tahun dan
setiap tahunnya harus dimintakan PENGESAHANNYA”
3.
Surat Kapolri Nomor
B/6413/XII/2016/Korlantas tentang petunjuk pengesahan STNK adalah sbb:
a. STNK disahkan apabila
pemilik kendaraan bermotor telah membayar PKB, SWDKLLJ dan PNBP Pengesahan;
b. pengesahan Stnk
dilakukan dengan membubuhkan cap, paraf, tanggal, bulan dan tahun pada kolom
STNK;
c.
STNK yang
tidak dilakukan pengesahan dinyatakan tidak sah Operasionalnya.
4. Pasal
288 UU NO. 22 thn 2009, “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan
Bermotor di Jalan yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan
Bermotor atau surat tanda coba Kendaraan Bermotor yang
ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf a dipidana dengan pidana kurungan
paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus
ribu rupiah)”;
5. STNK
YG SAH YANG DITETAPKAN OLEH POLRI sebagaimana Pasal 288 UU NO. 22 thn 2009 adalah dokumen
yang berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian Ranmor yang berbentuk
surat atau bentuk lain yang diterbitkan Polri yang berisi identitas pemilik,
identitas Ranmor dan masa berlaku termasuk
PENGESAHANNYA (pasal 1 uu no. 22 tahun 2009 tentang LLAJ)
Dengan
demikian Polisi tidak menilang masalah pajak, tapi ada tidaknya
pengesahan STNK setiap tahunnya (cap, paraf, tanggal, bulan, tahun pada kolom
pengesahan STNK yang dilaksanakan oleh Polri sesuai Prosedur) Kalau
tidak disahkan setiap tahun, STNK dinyatakan tidak sah operasionalnya. Maka
dapat di kenakan pasal 288 UU nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ.
Senin, 20 Juni 2016
Bahagia itu adalah Bersyukur
Ketika bicara bahagia, bagi sebahagian orang akan fokus terhadap materi yang berkecukupan, atau suatu keadaan dimana dapat memenuhi segala sesuatu yang diinginkan dicapai dengan mudah.
Bahagia itu bukan lah hanya milik orang orang yang berkecukupan materi. Bahagia itu milik semua orang, orang orang yang selalu bersyukur dengan apa yang telah di capai.
Suatu hari, ketika saya dapat rezeki halal Rp. 100.000,- dari hasil penjualan suatu barang. Tetapi saya agak kurang gembira karena tidak biasanya saya dapat untung sebesar itu. Biasanya saya dapat keuntungan paling kecil Rp. 500.000.-
alhasil apa yg tetjadi saudara saudara, ternyata saya telah merubah nilai uang Rp. 100.000.- tersebut menjadi lebih kecil dari nilai sebenarnya ( bisa 10.000, 20.000 dst) tergantung dari kita menilainya..
Tetapi ketika kita bersyukur, uang tersebut akan sama dengan nilainya, atau bisa lebih besar dari nilai uang itu sendiri, karena kita bersyukur dengan apa yang kita dapat hari ini.
Intinya pikiran kita lah yang dapat menilai dan merubah sesuatu menjadi bernilai, atau sebaliknya merubah sesuatu menjadi tidak bernilai. Tergantung bagaimana kita bersyukur.
Mari kita lihat orang orang yang di tangkap oleh KPK karena korupsi, mereka bukanlah orang orang yang kelaparan, mereka adalah orang orang yang berlebihan materi, tetapi mereka menilai kekayaannya tidak lah cukup untuk mereka hidup, mereka menilai sesuatu yang telah di raih menjadi tidak bernilai. Itulah mengapa mereka selalu mencari dan mencari celah untuk memperkaya diri..
Mari, bersyukur lah dengan apa yang telah kita dapat dengan halal, dengan bersyukur, kita dapat menemukan kebahagiaan.
Salam bahagia
Bahagia itu bukan lah hanya milik orang orang yang berkecukupan materi. Bahagia itu milik semua orang, orang orang yang selalu bersyukur dengan apa yang telah di capai.
Suatu hari, ketika saya dapat rezeki halal Rp. 100.000,- dari hasil penjualan suatu barang. Tetapi saya agak kurang gembira karena tidak biasanya saya dapat untung sebesar itu. Biasanya saya dapat keuntungan paling kecil Rp. 500.000.-
alhasil apa yg tetjadi saudara saudara, ternyata saya telah merubah nilai uang Rp. 100.000.- tersebut menjadi lebih kecil dari nilai sebenarnya ( bisa 10.000, 20.000 dst) tergantung dari kita menilainya..
Tetapi ketika kita bersyukur, uang tersebut akan sama dengan nilainya, atau bisa lebih besar dari nilai uang itu sendiri, karena kita bersyukur dengan apa yang kita dapat hari ini.
Intinya pikiran kita lah yang dapat menilai dan merubah sesuatu menjadi bernilai, atau sebaliknya merubah sesuatu menjadi tidak bernilai. Tergantung bagaimana kita bersyukur.
Mari kita lihat orang orang yang di tangkap oleh KPK karena korupsi, mereka bukanlah orang orang yang kelaparan, mereka adalah orang orang yang berlebihan materi, tetapi mereka menilai kekayaannya tidak lah cukup untuk mereka hidup, mereka menilai sesuatu yang telah di raih menjadi tidak bernilai. Itulah mengapa mereka selalu mencari dan mencari celah untuk memperkaya diri..
Mari, bersyukur lah dengan apa yang telah kita dapat dengan halal, dengan bersyukur, kita dapat menemukan kebahagiaan.
Salam bahagia
Senin, 16 Mei 2016
Kamis, 12 Mei 2016
Sabtu, 30 April 2016
Inbox dari Ayah Teruntuk Seorang Putranya
"Inbox dari Ayah Teruntuk Seorang Putranya"
SEORANG pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dia cek adalah inbox. Hari ini terlihat sesuatu yang tidak dia pedulikan selama ini. Bagian ‘OTHER’ di inboxnya. Ada dua pesan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua, dia membukanya. Ternyata pesan 3 bulan yang lalu. Dia baca isinya:
“Salam. Ini kali pertama abah mencoba menggunakan facebook. Abah coba tambah kamu sebagai teman tapi tidak bisa. Abah juga tidak terlalu paham benda ini. Abah coba kirim pesan ini kepada kamu. Maaf, abah tidak pandai mengetik. Ini pun kawan abah yang mengajarkan.
Ingatkah saat pertama kali kamu punya HP? Saat itu kamu kelas 4 MI. Abah kasian semua anak-anak sekarang punya HP. Jadi, abah hadiahkan pada kamu satu. Dengan harapan kamu akan telpon abah kalau kamu mau cerita tentang masalah asrama, sekolah atau apa-apa saja. Tapi, kamu hanya telpon abah seminggu sekali. Tanya tentang uang makan dan jajan. Abah berpikir juga, isi ulang pulsa 100 ribu tapi telpon abah tidak sampai 5 menit. Sudah habiskah pulsanya?
Saat kamu kecil dulu, abah masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik panggil, ‘Abah, abah, abah’. Abah bahagia sekali anak lelaki abah panggil abah. Panggil Umi.
Abah senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang abah ucapkan di umur kamu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Abah dan Umi bicara dengan kamu banyak sekali. Kamulah penghibur kami di saat kami berduka. Walaupun hanya dengan gelak tawamu. Saat kamu masuk MI.
Abah ingat kamu selalu bercerita dengan abah ketika membonceng motor dengan abah setiap pergi dan pulang sekolah. Banyak yang kamu ceritakan pada abah. Tentang ibu guru, sekolah, teman-teman. Abah jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Ayah mana yang tidak gembira kalau anaknya suka ke sekolah untuk belajar.
Ketika kamu masuk MTs. Kamu mulai punya kawan-kawan baru. Kamu pulang dari sekolah, kamu langsung masuk kamar. Kamu keluar pas waktu makan saja. Kamu keluar rumah dengan kawan-kawanmu. Kamu mulai jarang bercerita dengan abah. Kamu pandai. Akhirnya masuk asrama di Aliyah. Di asrama, jarak antara kita makin jauh. Kamu mencari kami saat perlu. Kamu biarkan kami saat tidak perlu.
Abah tahu, naluri remaja. Abah pun pernah muda. Akhirnya, abah tahu kalau ternyata kamu menyukai seorang gadis. Ketika masuk kuliah, sikap kamu sama saja dengan ketika di Aliyah. Jarang hubungi kami. Sewaktu pulang liburan, kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.
Abah bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan istimewa itu lebih penting dari Abah dan Umi? Adakah Abah dan Umi cuma diperlukan saat kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?
Akhirnya, kamu jarang berbicara dengan abah lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, kamu tidak pulang liburan lagi.
Malam ini, abah sebenarnya rindu sekali pada kamu. Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma abah sudah terlalu tua. Abah sudah di penghujung usia 60 an. Kekuatan abah tidak sekuat dulu lagi. Abah tidak minta banyak…
Kadang-kadang, abah cuma mau kamu berada di sisi abah. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada abah. Mengadu pada abah. Bercerita pada abah seperti saat kamu keci dulu. Apapun.
Maafkan abah atas curhat abah ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah Iman. Mungkin kamu tidak punya waktu berbicara dengan abah. Namun, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Allah.
Jangan letakkan cinta di hati pada seseorang melebihi cinta kepada Allah. Mungkin kamu mengabaikan abah. Namun jangan kamu mengabaikan Allah. Maafkan abah atas segalanya.”
Pemuda meneteskan air mata. Dalam hati perih tidak terkira. Bagaimana tidak, tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya. Di saat tidak mungkin lagi mampu memeluk tubuh tua ayahnya.
“Salam. Ini kali pertama abah mencoba menggunakan facebook. Abah coba tambah kamu sebagai teman tapi tidak bisa. Abah juga tidak terlalu paham benda ini. Abah coba kirim pesan ini kepada kamu. Maaf, abah tidak pandai mengetik. Ini pun kawan abah yang mengajarkan.
Ingatkah saat pertama kali kamu punya HP? Saat itu kamu kelas 4 MI. Abah kasian semua anak-anak sekarang punya HP. Jadi, abah hadiahkan pada kamu satu. Dengan harapan kamu akan telpon abah kalau kamu mau cerita tentang masalah asrama, sekolah atau apa-apa saja. Tapi, kamu hanya telpon abah seminggu sekali. Tanya tentang uang makan dan jajan. Abah berpikir juga, isi ulang pulsa 100 ribu tapi telpon abah tidak sampai 5 menit. Sudah habiskah pulsanya?
Saat kamu kecil dulu, abah masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik panggil, ‘Abah, abah, abah’. Abah bahagia sekali anak lelaki abah panggil abah. Panggil Umi.
Abah senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang abah ucapkan di umur kamu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Abah dan Umi bicara dengan kamu banyak sekali. Kamulah penghibur kami di saat kami berduka. Walaupun hanya dengan gelak tawamu. Saat kamu masuk MI.
Abah ingat kamu selalu bercerita dengan abah ketika membonceng motor dengan abah setiap pergi dan pulang sekolah. Banyak yang kamu ceritakan pada abah. Tentang ibu guru, sekolah, teman-teman. Abah jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Ayah mana yang tidak gembira kalau anaknya suka ke sekolah untuk belajar.
Ketika kamu masuk MTs. Kamu mulai punya kawan-kawan baru. Kamu pulang dari sekolah, kamu langsung masuk kamar. Kamu keluar pas waktu makan saja. Kamu keluar rumah dengan kawan-kawanmu. Kamu mulai jarang bercerita dengan abah. Kamu pandai. Akhirnya masuk asrama di Aliyah. Di asrama, jarak antara kita makin jauh. Kamu mencari kami saat perlu. Kamu biarkan kami saat tidak perlu.
Abah tahu, naluri remaja. Abah pun pernah muda. Akhirnya, abah tahu kalau ternyata kamu menyukai seorang gadis. Ketika masuk kuliah, sikap kamu sama saja dengan ketika di Aliyah. Jarang hubungi kami. Sewaktu pulang liburan, kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.
Abah bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan istimewa itu lebih penting dari Abah dan Umi? Adakah Abah dan Umi cuma diperlukan saat kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?
Akhirnya, kamu jarang berbicara dengan abah lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, kamu tidak pulang liburan lagi.
Malam ini, abah sebenarnya rindu sekali pada kamu. Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma abah sudah terlalu tua. Abah sudah di penghujung usia 60 an. Kekuatan abah tidak sekuat dulu lagi. Abah tidak minta banyak…
Kadang-kadang, abah cuma mau kamu berada di sisi abah. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada abah. Mengadu pada abah. Bercerita pada abah seperti saat kamu keci dulu. Apapun.
Maafkan abah atas curhat abah ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah Iman. Mungkin kamu tidak punya waktu berbicara dengan abah. Namun, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Allah.
Jangan letakkan cinta di hati pada seseorang melebihi cinta kepada Allah. Mungkin kamu mengabaikan abah. Namun jangan kamu mengabaikan Allah. Maafkan abah atas segalanya.”
Pemuda meneteskan air mata. Dalam hati perih tidak terkira. Bagaimana tidak, tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya. Di saat tidak mungkin lagi mampu memeluk tubuh tua ayahnya.
Sumber : www.islampos.com
Langganan:
Postingan (Atom)





